Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Planet Misterius Selamatkan Bumi dari Kiamat | NASA

 
HeadlinePlanet Misterius Selamatkan Bumi dari Kiamat | NASA - Di masa awal sistem tata surya muncul, Yupiter menghantam sebuah planet raksasa tak dikenal. Planet inilah yang menyelamatkan Bumi agar tidak menghantam Mars. Ingin tahu?
 
Pada 600 juta tahun setelah tata surya terbentuk, Yupiter dan raksasa planet luar seperti Saturnus, Uranus dan Neptunus dibombardir dengan potongan es dan batu yang kebanyakan terlempar ke luar orbit Neptunus yang kini dikenal sebagai Kuiper Belt.

Hantaman yang terjadi membuat Yupiter dan raksasa di sekitarnya mendekati matahari dan mengubah orbit Yupiter. Pada model komputer, efek menghancurkan terjadi di planet dalam yang bisa mendorong Bumi menumbuk Mars atau Venus.

Peneliti di Southwest Research Institute di San Antonio pun mencari alasan mengapa tumbukan Bumi tak terjadi, dan ia mendapat teori menyatakan keberadaan planet raksasa kelima yang berperan dalam menjaga agar orbit Yupiter tak berubah banyak.

Tabrakan Yupiter dengan Uranus atau Neptunus akan menjelaskannya, kata mereka. Namun, tabrakan semacam ini akan mengirim Uranus atau Neptunus ke luar angkasa pula.

Satu-satunya hal yang masuk akal adalah, keberadaan planet kelima misterius yang hingga kini belum dipastikan keberadaannya seperti dikutip

Selasa, 27 Desember 2011

Fenomena Yang Sebenarnya Di Tahun 2012

peristiwa, kiamat, 2012, hoax, hancur, bumi, penjelasanFenomena Yang Sebenarnya Di Tahun 2012 - 2012, nampaknya menjadi tahun yang mengerikan karena isu-isunya yang beredar bahwa akan terjadi bencana besar, bahkan kiamat akan terjadi pada tahun ini? Benarkah demikian? Tentang kiamat, hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya berspekulasi, observasi, dan hipotesis. Lalu, apa saja yang terjadi di tahun 2012?

Film 2012 yang berisi adegan dimana sebagian besar bumi hancur telah mempengaruhi banyak orang untuk takut dengan tahun ini. Apalagi ditambah dengan berita beredar yang cukup mengerikan.

Dari kalender suku maya yang "katanya" berakhir di tahun 2012, ada yang bumi akan tabrakan dengan planet nibiru, dan bahkan ada yang bilang akan terjadi badai matahari.

Penjelasan Kalender Suku Maya
Banyak beranggapan kalender suku maya akan berakhir di 21 Desember 2012 pada kalender gregorian yang kita pakai. Namun NASA mengelak, itu merupakan hal yang biasa seperti kalender pada umumnya dimana setiap siklus kalender akan tetap berjalan.

Sebelumnya, apa Anda tahu bagaimana bisa banyak orang beranggapan kalender maya menjadi tolak ukur kiamat?
Merupakan berita yang sedikit sekali diketahui bahwa siklus kalender maya akan berakhir BUKAN PADA 2012, namun 4772.
Banyak keturunan suku maya yang hidup dan masih mengikuti tata cara nenek moyang mereka, namun kelompok masyarakat Maya ini tidak melakukan persiapan apapun untuk menyambut kiamat 2012.

Apakah mereka TIDAK TAHU bahwa dunia AKAN berakhir pada tahun 2012 ?

Atau justru mereka SANGAT TAHU bahwa dunia TIDAK AKAN berakhir tahun 2012 ?




nibiru, crash, nabrak, orbit, bumiAda Planet yang Menabrak Bumi?
NASA telah klarifikasi pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul mengenai 2012, silakan lihat di web resminya, 2012: Beginning of The End and Why The World won't End. Disebutkan planet nibiru dan peristiwa lainnya merupakan hoax atau berita palsu internet belaka.

Namun untuk yang mau lebih tahu banyak tentang Planet Nibiru dan Planet X silakan baca » Planet X, Planet Nibiru, dan Hubungannya dengan 2012


Akan Ada Badai Matahari yang Kuat?

NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Dan mungkin ada semacam aurora seperti tahun 1859. Nah, apakah 2012 akan terjadi badai matahari yang luar biasa besarnya?

bumi, bada, matahariJika benar terjadi, inilah dampak paling buruknya:
Peristiwa lumpuhnya telekomunikasi mungkin akan membawa kelumpuhan pada sistem lainnya, seperti keuangan dan transportasi.

Sebuah semburan badai matahari yang kuat bisa membawa kerusakan dengan mengintervensi sumber listrik dan jalur komunikasi kita. Ini akan menyebabkan sistem menjadi overload dan akhirnya mengalami kerusakan.

Menurut salah satu laporan yang dikeluarkan oleh National Academy of Science Amerika Serikat, apabila badai itu terjadi, sekitar 300 pembangkit listrik di Amerika bisa lumpuh hanya dalam tempo 90 detik. Ini akan memutuskan persediaan listrik untuk 130 juta penduduk.

Setelah jaringan listrik terputus, persediaan air pun akan ikut terputus. Tanpa adanya listrik dan persediaan air, maka perekonomian akan menjadi lumpuh. Tidak ada aktifitas perkantoran dan transportasi seperti pesawat terbang atau kereta api. Bahkan fasilitas vital seperti markas militer atau rumah sakit juga akan ikut lumpuh.

Nah, sekarang positif thinkingnya serta dihubungkan dengan klarifikasi NASA bahwa bumi akan baik-baik saja meski ada badai matahari, karena manusia telah belajar dari masa lalu. Sistem satelit sudah siatur sedimikian rupa dan dampak buruk tersebut telah lama ditanggulangi, lebih jelasnya » Badai Matahari, Perlukah Kita Khawatir?

Bagaimana? Masih takut dengan 2012?

NASA Menemukan Matahari Baru

NASA Menemukan Matahari Baru - Setidaknya saat ini ada 3 pemberitaan dengan berita utama yang hampir sama. Beritanya menarik loh. Dalam ketiga berita tersebut, disebutkan Bumi tak lama lagi akan memiliki “Dua Matahari”.
Bntang maharaksasa Betelgeuse yang dipotret oleh VLT milik ESO pada panjang gelombang dekat infra merah.

Salah satu berita menyebutkan Betelgeuse akan mendekat dan supernova mencapai Bumi sebelum tahun 2012 ketika si bintang meledak. Di berita lainnya disebutkan menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, saat Betelgeuse meledak sebagai supernova ia akan sangat terang sampai-sampai malam akan menadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.

Nah menarik kan? Apalagi disebutkan bintang maha raksasa merah di Rasi Orion itu akan “meledak” dan tampak seperti “Matahari” akhir tahun ini… ok.. artinya.. kita akan melihat “bintang terang laksana Matahari di tahun 2012. Artinya lagi, apa ini ada kaitannya dengan isu kiamat. Oh la la…

Setelah mencoba mencari tau sumber “kredibel” (paper yang diterbitkan resmi di jurnal ataupun sumber pertama lainnya jika ini bukan hasil penelitian) dari berita tersebut, ternyata diketahui berita tersebut berasal dari salah satu media di Australia.

Dalam berita tersebut pemberitaannya tidak jauh berbeda, yakni kita akan melihat matahari lain menyinari Bumi meski hanya dalam hitungan beberapa minggu. Selain itu ditambahkan juga bahwa ketika ledakan tersebut terjadi, akan ada hujan partikel nutrino yang menghantam Bumi meskipun katanya lagi tidak berbahaya.

Pertanyaannya benarkah ? Simak yuk!

Mengenal Bintang Betelgeuse
Ilustrasi permukaan Betelgeuse yang mendidih.

Betelgeuse, bintang yang satu ini sangat mudah dikenali di langit malam. Ia berada di antara bintang-bintang si rasi sang pemburu aka Orion dan ia juga merupakan bintang terang ke-2 setelah Rigel di rasi tersebut. Kamu bisa mengenalinya dnegan mudah bahkan ketika dilihat dari kota yang penuh cahaya.

Nama Betelgeuse berasal dari bahasa arab yad al-Jawza yang artinya “tangan Jawza”. Jawza sendiri merupakan nama dari konstelasi Gemini. Di abad pertengahan karakter pertamanya salah dibaca saat di alihbahasakan ke latin menjadi Bedalgeuze. Dan di masa renaisanse, nama ini kemudian dikoreksi menjadi Betelgeuse.

Bintang yang satu ini masih terhitung muda jika dibandingkan dengan usia Matahari. Namun di kelasnya, ia sudah termasuk bintang tua yang tengah menjalani masa tua sebagai bintang maha raksasa merah.

Usianya hanya beberapa juta tahun namun kecerlangannya sangat besar, cahayanya 100000 kali cahaya Matahari. Ukuran bintang ini juga raksasa mencapai hampir 1000 kali ukuran Matahari. Ukuran yang ekstrim untuk sebuah bintang yang hidupnya hanya sebentar.

Nah, jika Betelgeuse ditempatkan di pusat Tata Surya, maka Ia akan sangat besar karena ia diselubungi atmosfer 1000 kali Matahari sehingga ia akan mencapai Jupiter dan menelan Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan asteroid di sabuk asteroid. Massa bintang ini mencapai sekitar 20 massa Matahari. Bintang yang memiliki massa besar akan memiliki evolusi yang cepat, demikian juga Betelgeuse.

Dalam usianya yang hanya beberapa juta tahun, Betelgeuse saat ini sedang menghadapi masa tuanya sebagai bintang maha raksasa merah dan tak lama lagi akan mendekati akhir hidupnya yakni meledak sebagai supernova.

Betelgeuse ini juga dikenal sebagai bintang variabel, yakni bintang yang cahayanya berubah-ubah. Sebagai bintang maha raksasa merah, Betelgeuse yang berada pada jarak 640 tahun cahaya ini diketahui ada struktur serupa gelembung raksasa di permukaan bintang yang berdenyut. Bintang Betelgeuse juga diketahui memiliki sejumlah besar materi yang terbuat dari berbagai molekul dan debu yang di daur ulang sebagai bahan bintang generasi berikutnya atau juga planet seperti Bumi. Fakta lainnya, bintang ini mulai mengerut dan mengalami kehilangan materi secara teratur yang setara dengan massa Bumi setiap tahunnya.

Suatu hari, ia akan mengakhiri masa hidupnya dan meledak sebagai supernova dalam beberapa juta tahun lagi. Pada saat itu terjadi, para pengamat di Bumi akan mendapat kesempatan untuk menikmati kecerlangannya yang terang bahkan di siang hari.

Dua Matahari dan Supernova yang mencapai Bumi
Nah, terkait berita yang datang bahwa kita akan melihat dua Matahari di penghujung tahun 2011 selama beberapa minggu dan Betelguese akan meledak dalam rentang sekarang. Perlu diketahui Betelguese berada 640 tahun cahaya dari Bumi. Jarak yang luar biasa jauh yang artinya cahaya dari Betelgeuse butuh waktu 640 tahun untuk tiba di Bumi dan dilihat manusia. Jadi, perubahan yang terjadi di bintang tersebut sekarang tidak akan bisa ketahui hanya dalam hitungan detik.

Betelgeuse akan meledak itu benar. Tapi di tahun 2012? Wah luar biasa. Tidak ada indikasi apapun tentang itu dan bahkan pemodelan dan pengamatan pun tidak akan bisa memprediksikan waktu setepat itu.

Yang pasti Betelgeuse tidak akan meledak dalam setahun dua tahun ini. Ia masih membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengakhiri masa tuanya dan meledak.

Dalam berita disebutkan juga supernova itu akan mencapai Bumi ketika bintang meledak. Dalam artikel awal sebelum dialihbahasakan disebut juga yang sampai ke Bumi adalah partikel-partikel nutrino. Hmm.. Lagi-lagi jarak menjadi masalah.

Betelgeuse berada 640 tahun cahaya yang artinya ia berada pada jarak 6.054.738.179.200.000 km atau kira-kira 6 bilyun km. Jarak ini terlalu jauh untuk bisa mengancam manusia.

Mengutip Phil Plait dari Bad Astronomy, “jika ada supernova yang bisa mengancam manusia dengan hujan partikel atau bahkan menggoreng manusia dengan cahayanya, maka ia harus berada pada jarak 25 tahun cahaya. Dan Betelguese berada 25 kali lebih jauh dari jarak itu. Artinya lagi kekuatannya untuk bisa menyakiti manusia akan berkurang 600 kali. Pada jarak tersebut, ketika ia meledak jutaan tahun lagi. Betelgeuse memang akan tampak terang secerlang Bulan Purnama. Dan itu jelas sangat terang di malam hari dan menyilaukan mata. Tapi yang pasti bintang ini tidak akan tampak terang seperti Matahari. Ia bahkan tak kan bisa mencapai 1/100000 kecerlangan Matahari jika dilihat dari Bumi. Dan yang pasti ketika itu terjadi, manusia tidak akan terancam”.

Jadi, tidak akan ada supernova apapun di tahun 2012 yang bisa mengukuhkan teori kiamat 2012!.

NASA Menemukan 2 Anggota Tata Surya Mirip Bumi

planet baruNASA Menemukan 2 Anggota Tata Surya Mirip Bumi — Misi Kepler dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) memastikan telah menemukan dua planet seukuran Bumi yang mengorbiti sebuah bintang seperti Matahari dalam sistem tata surya kita, demikian NASA seperti dikutip Reuters, Kamis (22/12)
NASA menyebut penemuan ini adalah tonggak bersejarah dalam misi pencarian planet-planet serupa Bumi.
Kedua planet yang dinamai Kepler-20e dan Kepler-20f ini adalah planet-planet terkecil di luar sistem tata surya yang dikonfirmasi mengelilingi sebuah bintang seperti Matahari, demikian NASA.
Kedua planet baru  ini terlalu dekat ke bintang mereka untuk bisa disebut berada di zona layak ditempati kehidupan (habitable zone) di mana ada air likuid pada permukaan planet.
“Penemuan ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet-planet seukuran Bumi ada di sekitar bintang-bintang lain (di luar Matahari) dan bahwa kita mampu mendeteksinya,” kata Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.
Kedua planet baru ini diyakini sebagai planet berbatu.  Kepler-20e agak lebih kecil dibandingkan Venus, dengan radius 0,87 kali dari jari-jari Bumi.
planet
Kepler-20f sedikit lebih besar dibandingkan Bumi dengan jari-jari 1,03 kali jari-jari Bumi. Kedua planet ini berada di sistem beranggotakan lima planet yang dinamai dengan Kepler-20, sedangkan jaraknya adalah 1.000 tahun cahaya dalam konstelasi Lyra.
Kepler-20e mengorbiti bintangnya setiap 6,1 hari, sementara Kepler-20f mengorbit setiap 19,6 hari.Kepler-20f, yang bersuhu 800 derajat Fahrenheit, mirip dengan rata-rata hari planet Merkurius.
Suhu di permukaan Kepler-20e yang mencapai lebih dari 1.400 derajat Fahrenheit, bisa melelehkan kaca.
Teleskop ruang angkasa Kepler mendeteksi planet-planet dan calon planet dengan mengukur kekuatan c.

Sumber Informasi : NASA

Dari Luar Angkasa 33 Ribu Asteroid Dan 20 Komet Menuju Bumi

Dari Luar Angkasa 33 Ribu Asteroid Dan 20 Komet Menuju Bumi - Infrared Space Telescope WISE menemukan objek-objek berbahaya dalam tata surya kita. Ada 33 ribu asteroid dan 20 komet baru yang mengarah ke Bumi!

Infrared Telescope Facility WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer) diluncurkan oleh NASA pada Desember 2009. Ia berfungsi untuk mengamati angkasa pada panjang-gelombang infra merah. Teleskop ini juga mampu menemukan objek yang paling objek dari detektornya yang didinginkan dengan hidrogen cair. Persediaannya hanya mencukupi hidrogen untuk 10 bulan.


Selama jangka waktu ini teleskop itu harus menangkap lebih dari 1.8 juta gambar dari angkasa dalam jangkauan infra merah. Tugas utamanya adalah mempelajari sabuk utama antara Mars dan Jupiter. Beberapa hari yang lalu spesialis-spesialis NASA melaporkan hasil dari poyek WISE.

Ilmuwan mengatakan sangat penting untuk mempelajari objek-objek di sekitar Bumi, atau yang disebut NEOs (near-Earth objects), dimana asteroid dan komet dengan orbit dalam jangkauan 28 juta mil (45 juta kilometer) dari jalur Bumi mengitari matahari, karena beberapa dari mereka berpotensi bertabrakan dengan planet kita.

Misi NEOWISE dari NASA baru-baru ini menyelesaikan survey-nya, yang merupakan pekerjaan sekunder bagi WISE, sebuah teleskop pengamat luncuran agensi itu. WISE memenuhi tugas utamanya menangkap gambar seluruh angkasa satu setengah kali dalam cahaya infra merah tahun lalu. "WISE telah mengangkat banyak sekali sumber-sumber yang menakjubkan, dan kami sangat senang mempelajari alam merek," ujar Edward (Ned) Wright, investigator prinsipil dari WISE di UCLA.

Hasil dari proyek ini, yang akan dikombinasikan dengan observasi dalam jangkauan yang dapat diamati, akan membantu menentukan ukuran dan komposisi resiko bahaya dari objek-objek angkasa itu.

Selain itu, 20 komet baru dan 134 NEOs juga telah terungkap. Dan juga, teleskop WISE mengonfirmasikan penemuan sejumlah besar, sekitar seratusan, tubuh komet yang telah dikenali.

Situasi ini seakan-akan diumpamakan "rumah kita dilempari batu oleh orang-orang tak dikenal". Haha. Dari Luar Angkasa 33 Ribu Asteroid Dan 20 Komet Menuju Bumi

Sumber Information : NASA

NASA Umumkan Penemuan Planet Alien


NASA Umumkan Penemuan Planet Alien
NASA Umumkan Penemuan Planet Alien - NASA akhirnya mengumumkan penemuan planet Kepler-10b, yang disebut exoplanet karena memiliki orbit bintang ketimbang matahari, Rabu (2/2/2011). 
Penemuan planet alien atau ekstra surya terbaru hasil misi pesawat antariksa Kepler, dilakukan di Auditorium Markas NASA di Washington dan disiarkan di Televisi NASA.
Pengumuman dilakukan dalam sebuah briefing pada pukul 13.00 waktu setempat atau sekitar 3 Februari pukul 01.00 WIB. Briefing tersebut hanya membahas temuan planet ekstra surya terbaru.
Pengumuman resmi di situs NASA mengungkapkan, "Data yang di-release akan memperbarui jumlah kandidat planet. Data berdasarkan observasi yang dilakukan antara tanggal 2 Mei - 17 Sepetember 2009." Pertemuan akan mengikuti jadwal yang telah dirilis hari ini.
Hadir dalam pertemuan itu, pihak yang terkait misi Kepler. Diantaranya Douglas Hudgins dari Kepler Program Sceintist NASA, William Borucki dan Jack Lissauer yang menjadi investigator misi Kepler di Ames Research Center NASA serta Debra Fischer, professor astronomi dari Yale University.
Seperti yang dikutip dari CNN, Selasa (11/1/2011), sebuah pesawat ulang-alik planet berbatu-batu dan merupakan planet terkecil yang pernah ditemukan di luar sistem tata surya.
NASA berhasil mendeteksi sebuah Planet yang disebut exoplanet, karena memiliki orbit bintang ketimbang matahari, disebut Kepler-10b. Memiliki ukuran 1,4 ukuran diameter bumi dan berhasil dikonformasi setelah data dikumpulkan selama delapan bulan. Planet bumi pertama kali ditemukan oleh Kepler.
"Seluruh kemampuan Kepler berhasil dikonvergensi menjadi sebuah bukti yang solida dari planet berbatu yang menggunakan orbit bintang ketimbang mengorbit di sistem tata surya," demikian dikatakan Natalie Batalha, kepala sains dari dari misi NASA.
"Tim Kepler membuat komitmen di tahun 2010 mengenai penemuan tanda-tanda planet kecil dan kini sudah mulai terlihat," katanya. bebatuan yang mirip
Ukuran Kepler 10b dan juga komposisi berbatu lebih mirip bintang ketimbang planet bergas yang memiliki air dan sangat jauh dari bentuk bintang. Demikian keterangan disampaikan NASA. Meski demikian, NASA mengatakan jika model planet ini sangat kecil untuk disebut bintang karena ukurannya 20 kali lebih kecil ketimbang Mercury. Bintang Kepler -10b memiliki jarak 560 tahun perjalanan cahaya ke bumi.
 
sumber : vivanews

NASA Menyatakan Bahwa Di Planet Mars Mempunyai Air

MARS1.JPG
NASA Menyatakan Bahwa Di Planet Mars Mempunyai Air - Para ilmuwan menemukan bukti baru bahwa ada aliran air asin di planet Mars. Penemuan ini membuka kemungkinan akan adanya mahkluk hidup yang mendiami planet merah tersebut.

Penemuan ini disampaikan oleh NASA, dilansir dari laman CNN, Kamis, 4 Agustus 2011. Alfred McEwen, ketua tim observasi Mars, mengatakan kamera HiRISE di satelit pemantau Mars milik NASA menemukan adanya aliran air pada cekungan yang muncul di musim semi.
McEwen mengatakan aliran air ini ditemukan di hemisfer selatan ekuator Mars, yang temperaturnya cocok untuk aliran air. Alirannya sangat kecil, seukuran jari manusia. Diperkirakan air ini adalah air asin, karena pada penelitian sebelumnya, wilayah ini dilapisi oleh zat garam. Ditemukan tujuh aliran air di Mars, diperkirakan masih terdapat sekitar 20-30 lagi yang belum ditemukan.
Penemuan ini menimbulkan berbagai spekulasi baru mengenai adanya mahkluk hidup di Mars. Ahli astrobiologi dari universitas London, Lewis Dartnell, mengatakan cairan itu penting bagi mahkluk hidup. Contohnya saja di bumi, air menjadi sumber penghidupan bagi banyak organisme.

"Jadi mungkin saja terdapat mikroba tangguh yang dapat bertahan dengan air di permukaan Mars," kata Dartnell dikutip dari kantor berita BBC.
Ahli lingkungan ekstrem dari Universitas Maryland, Shiladitya Dassarma, mengatakan mikroba yang paling mungkin mendiami Mars adalah dari jenis Halophilic. "Mikroba Halophilic adalah yang paling unggul dalam kondisi keras yang kering dan penuh dengan ion radiasi," kata Dassarma.
(vivanews)