Ads 468x60px

Senin, 12 Maret 2012

TEKNIK RENANG GAYA BEBAS

TEKNIK RENANG GAYA BEBAS | Nah nano pertapan sedikit berbagi artikel yang sangat menarik sekali untuk sobat pengunjung setia blog nano ini. Renang gaya bebas dalam bahasa Inggris disebut front crawl. Ciri khas dari renang gaya bebas adalah memosisikan dada menghadap ke permukaan air. Renang gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh bergerak lebih cepat di dalam air.

Renang Gaya Bebas

Fakta yang tidak banyak orang ketahui bahwa dalam renang gaya bebas, tekniknya tidak diatur seperti halnya pada gaya punggung, gaya kupu-kupu, atau gaya dada. Dalam renang gaya bebas, perenang diperbolehkan memakai gaya apa saja kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Namun, kebanyakan orang menggunakan gaya krol (front crawl) hampir secara universal dalam setiap perlombaan renang gaya bebas sehingga pada akhirnya gaya krol identik dengan gaya bebas. Padahal, selain gaya krol, masih ada teknik-teknik berenang gaya bebas lainnya.

Awal Mula Renang Gaya Bebas

Kapan manusia pertama kali bisa berenang memang sulit untuk diketahui. Untuk bertahan pada suatu lingkungan, manusia dapat dengan mudah menyesuaikan diri. Salah satunya adalah kemampuan manusia untuk mengelola daratan atau perairan. Pada intinya, berenang adalah naluri manusia. Namun yang diketahui pasti, manusia sudah mengenal renang gaya bebas sejak zaman kuno.

Di peradaban Barat, renang gaya bebas pertama kali dilombakan pada abad ke-19, tepatnya pada 1844 di London, Inggris. Pada perlombaan ini, perenang dari suku Indian yang unggul dengan gaya bebas, mengalahkan perenang dari Inggris. Pada masa itu, perenang Inggris menganggap renang gaya bebas tidak elegan dan tidak pantas digunakan. Renang gaya bebas memang membuat tubuh meluncur lebih cepat, namun banyak memercikkan air ke sana ke mari. Oleh karena itu, selama perlombaan, perenang dari Inggris menggunakan gaya dada.

Pada perkembangannya, renang gaya bebas akhirnya dipelajari seorang pelatih renang bernama John Arthur Trudgen pada sekitar 1870 atau 1890 dari penduduk asli Amerika Selatan di Argentina. Beberapa sumber lain menyebutkan tahun yang berbeda, namun yang paling sering disebut bahwa Trudgen mempelajari renang gaya bebas pada 1873.

Namun ketika kembali ke Inggris, Trudgen tetap menggunakan gerakan kaki menggunting seperti pada gaya dada, bukan gerakan kaki yang melecut lurus ke atas dan ke bawah seperti yang dikenal sebagai gerakan renang gaya bebas yang dikenal hingga saat ini. Gaya campuran ini, karena pertama kali diperkenalkan oleh Trudgen, disebut gaya trudgen.

Setelah muncul gaya trudgen, Richmond (Dick) Cavill, seorang perenang asal Australia kemudian mengembangkannya. Richmond (Dick) Cavill merupakan seorang perenang asal Australia sekaligus putra dari instruktur renang dari Inggris yang menetap di Australia sejak tahun 1879, Frederick Cavill. Enam anak laki-laki Frederick Cavill yaitu Ernest, Charles, Percy, Arthur (Tums), Sydney, dan Richmond (Dick), semuanya menjadi perenang yang mahir.

Selain Dick, renang gaya trudgen juga dikembangkan oleh Tums (Arthur). Ketika sedang mengembangkan gaya trudgen, mereka melihat gerakan renang dengan kaki lurus melecut naik turun dari Alick Wickham. Alick Wickham berasal dari Kepulauan Solomon dan tinggal di Sydney. Dengan kombinasi gaya trudgen dan gerakan kaki Wickham, pada 1902, Richard Cavill memenangi lomba renang 100 yard dengan catatan waktu 58,8 detik dalam kejuaraan renang internasional.

Gerakan ini terlihat seperti merangkak (crawl) di dalam air. Selanjutnya, gaya renang Richard Cavill ini dikenal dengan gaya krol (crawl), yang sampai saat ini identik dengan apa yang disebut renang gaya bebas.

Kemudian pada 1905, Charles Daniel, perenang trudgen asal Amerika Serikat, mempelajari gaya krol Australia dari Barney Kieran. Barney Kieran juga merupakan perenang asal australia yang melakukan perjalanan di Inggris pada saat itu. Pengembangan gaya krol yang dilakukan oleh Daniel diubah sedikit menjadi renang gaya bebas yang dikenal oleh dunia saat ini.

Teknik Renang Gaya Bebas

Secara umum, renang gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, dengan lengan yang digerakkan secara bergantian dan kaki dicambukkan naik turun ke atas dan bawah secara bergantian. Lengan digerakkan mengayuh, sementara posisi wajah menghadap ke permukaan air. Ketika lengan mengayuh, tubuh akan ikut oleng ke kanan dan kiri secara bergantian. Saat itu, bagian sisi kepala akan berpaling dan sedikit terangkat sehingga perenang dapat mengambil napas.

Renang gaya bebas tidak memiliki teknik dasar tertentu seperti gerakan renang lainnya sehingga dapat dilakukan dengan bermacam gerakan. Gerakan renang gaya bebas pun dapat dilakukan oleh banyak orang, baik yang sudah terlatih maupun pemula.

Dalam hal apa pun, kesempurnaan teknik sangat penting, termasuk dalam berenang. Detail-detail teknis gerakan akan berpengaruh pada efisiensi, kecepatan, dan penggunaan tenaga. Dalam berenang, teknik yang tidak sempurna dapat menyebabkan perenang kehilangan efisiensi, cepat lelah, dan kecepatan renang yang diperoleh pun tidak maksimal.

Renang gaya bebas merupakan gaya renang yang paling banyak dipilih karena kecepatan yang dihasilkan oleh gerakannya melebihi gerakan renang lainnya, dengan gerakan yang tidak terlalu menguras tenaga. Untuk kecepatan renang gaya bebas yang maksimal dan tenaga yang minimal, ada beberapa kunci penting yang perlu diperhatikan.

1. Teknik Renang Gaya Bebas - Body Streamline

Selama berenang, tubuh harus selalu berada pada posisi streamline, mulai dari ujung jari tangan hingga ujung jari kaki. Dengan posisi streamline, tahanan air pada saat meluncur akan berkurang dan dapat mempercepat laju tubuh di air.

Dalam mempertahankan posisi streamline selama renang gaya bebas, yang harus dilakukan adalah memperhatikan posisi kepala. Posisi kepala harus streamline dengan tubuh dengan telinga segaris dengan badan. Caranya, kepala turun ke dalam air dengan wajah menghadap ke dasar kolam. Pandangan mata tetap terjaga ke bawah dan sedikit ke depan.
Sewaktu mengambil napas, kepala tidak perlu terangkat. Biarkan mulut mengambil udara di atas permukaan air dengan satu telinga tetap berada di bawah air.

Ketika mengayuh, lengan berada horizontal ke arah depan dan tidak turun dari permukaan air sewaktu lengan yang lain melakukan catch, pull, dan recovery. Gerakan kaki juga harus diperhatikan. Kaki seharusnya bergerak dengan tidak menekuk tungkai. Gerakan kaki yang melecut pada renang gaya bebas berasal dari paha. Penting untuk dapat mengunci punggung kaki agar segaris dengan tungkai.

2. Teknik Renang Gaya Bebas - Perputaran Tubuh atau Body Rotation

Perputaran tubuh selama renang gaya bebas menyerupai balok kayu yang oleng ke kiri dan ke kanan dari sumbu aksialnya. Jadi, bagian tubuh yang dimiringkan tidak hanya bagian dada, tapi semua bagian tubuh mulai dari kepala, dada, perut, pinggang, dan tungkai. Ketika lengan kanan berekstensi, tubuh akan miring ke kiri dan naik ke permukaan air, begitu pula sebaliknya. Ayunan kaki juga harus menyesuaikan dengan perputaran tubuh.

Perputaran tubuh yang sempurna pada renang gaya bebas, membuat pengambilan napas tidak akan sulit. Tidak perlu sengaja mengangkat kepala untuk mengambil napas, cukup memanfaatkan perputaran bagian kepala. Sedikit kemiringan bagian kepala dengan mulut di atas permukaan air cukup untuk mengambil napas seperlunya sehingga tidak perlu menolehkan kepala. Bernapas perlu dilakukan secara ritmis dan sebisa mungkin dilakukan pada dua sisi tubuh agar tetap seimbang.

Efisiensi fase ekstensi renang gaya bebas dapat dilakukan dengan cara meluncur sewaktu fase ekstensi sehingga jarak setiap langkahnya bertambah. Efisiensi juga dapat dilakukan selama kayuhan dengan memperhatikan gerakan lengan pengayuh, momen kayuhan dan posisi jari-jari tangan yang harus tetap rapat agar tidak mengurangi gaya dorong yang ditimbulkannya. Selain itu, pada gerakan recovery, sikut adalah titik tertinggi dari lengan. Dengan begitu, gaya dorong akan lebih besar.

Demikianlah artikel dari saya tentang TEKNIK RENANG GAYA BEBAS semoga bisa berguna dan bermanfaat untuk para pembaca blog saya ini, sekian dan terima kasih banyak atas waktunya telah membaca artikel yang telah nano posting pada kesempatan yang berbahagia ini.

0 komentar:

Posting Komentar